Budaya
Bahasa Indonesia English Türkçe Deutsch العربية 中文 Русский Español

Teater Boneka Asal Yogyakarta Tuai Standing Ovation 10 Menit di Jerman, Harumkan Nama Indonesia

Teater Boneka Asal Yogyakarta Tuai Standing Ovation 10 Menit di Jerman, Harumkan Nama Indonesia

Kelompok teater boneka asal Yogyakarta, Papermoon Puppet Theatre, kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dalam penampilannya di festival seni pertunjukan bergengsi Theater der Welt 2026 yang berlangsung di Chemnitz, mereka mendapat standing ovation selama lebih dari 10 menit dari para penonton.

Pencapaian tersebut terasa semakin istimewa karena sebelumnya kru lokal sempat mengingatkan bahwa penonton Jerman dikenal tidak mudah memberikan standing ovation. Namun, usai pertunjukan berakhir, ratusan penonton justru berdiri dan memberikan tepuk tangan panjang sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang ditampilkan.

Papermoon Puppet Theatre didirikan pada tahun 2006 oleh Maria Tri Sulistyani bersama Iwan Effendi. Berbasis di Yogyakarta, kelompok ini dikenal menghadirkan pertunjukan teater boneka yang memadukan seni visual, musik, gerak, dan penceritaan yang kuat. Selama hampir dua dekade berkarya, mereka telah menghasilkan lebih dari 30 pertunjukan serta melakukan tur ke berbagai negara di Asia, Eropa, Australia, hingga Amerika Serikat. Mereka juga menjadi penyelenggara festival boneka internasional Pesta Boneka yang rutin digelar di Yogyakarta.

Dalam festival Theater der Welt 2026, Papermoon membawakan karya bertajuk Stream of Memory, sebuah pertunjukan tanpa dialog yang mengandalkan kekuatan visual, ekspresi boneka, musik, dan gerak untuk menyampaikan emosi kepada penonton lintas budaya. Pendekatan tersebut berhasil memukau publik Jerman hingga menghasilkan apresiasi luar biasa berupa standing ovation yang berlangsung lebih dari 10 menit.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa karya seni Indonesia mampu menembus batas bahasa dan budaya. Papermoon Puppet Theatre sekali lagi menunjukkan bahwa kreativitas dan kualitas seniman Indonesia mampu bersaing di panggung dunia serta mendapat pengakuan dari penonton internasional.

Sources : papermoonpuppet, ruang.id, pandangan jogja, radarmalang.jawapos.com

Komentar (0) Lihat di forum

Diskusikan artikel ini di komunitas Ajukan pertanyaan, bagikan pendapat, dan ngobrol dengan anggota lain.
Bergabunglah dengan komunitas kami!

6 orang telah menjadi anggota komunitas ini. Bergabunglah, ikut berkomentar dan menyukai tulisan!

Belum ada pesan — jadilah yang pertama.