Islami
Bahasa Indonesia English Türkçe Deutsch العربية 中文 Русский Español

Bukan Sekadar Tempat Minum Kopi, Inilah Kafe Tertua di Turki yang Membiayai Pendidikan Selama Berabad-abad

Bukan Sekadar Tempat Minum Kopi, Inilah Kafe Tertua di Turki yang Membiayai Pendidikan Selama Berabad-abad

Bayangkan Anda duduk di sebuah kedai kopi yang telah berdiri sejak abad ke-17. Meja-meja kayunya masih dipenuhi pengunjung, aroma kopi khas Turki memenuhi ruangan, sementara bangunan tua itu menyimpan cerita yang jauh lebih berharga daripada secangkir kopi.

Itulah Tahmis Kahvesi.

Didirikan pada tahun 1638 oleh Mustafa Ağa, seorang pejabat Kesultanan Utsmaniyah, Tahmis Kahvesi sejak awal tidak dirancang hanya sebagai tempat berkumpul. Kedai kopi ini merupakan aset wakaf yang seluruh keuntungannya digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pembinaan spiritual.

Bangunan ini pernah hancur akibat kebakaran besar. Namun, kisahnya tidak berhenti di sana.

Seorang ulama bernama Syekh Mehmet Münip Efendi rela mengeluarkan dana pribadinya untuk membangun kembali kedai kopi beserta puluhan toko di sekitarnya. Yang menarik, setelah selesai dibangun, semuanya kembali diwakafkan.

ahmis Kahvesi menjadi contoh nyata bagaimana sistem ekonomi Islam pernah berkembang sangat baik pada masa Kesultanan Utsmaniyah.

Prinsipnya sederhana tetapi memiliki dampak yang luar biasa:

  • Membangun usaha yang menghasilkan keuntungan.
  • Menjadikan usaha tersebut sebagai aset wakaf.
  • Menggunakan keuntungan untuk membiayai pendidikan, masjid, asrama, rumah sakit, dan pelayanan sosial.
  • Membiarkan manfaatnya terus mengalir selama usaha masih berjalan.

Model seperti inilah yang membuat banyak lembaga pendidikan, perpustakaan, rumah sakit, dapur umum, hingga tempat ibadah mampu bertahan selama ratusan tahun tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

Berkat sistem seperti ini, banyak madrasah, rumah sakit, perpustakaan, dapur umum, dan masjid mampu bertahan selama ratusan tahun.

Hingga hari ini, Tahmis Kahvesi masih berdiri dan menjadi salah satu saksi hidup kejayaan peradaban Utsmaniyah.

Orang-orang datang untuk menikmati kopi.

Namun sesungguhnya, mereka juga sedang menikmati warisan sebuah gagasan besar: bahwa bisnis dapat menjadi amal jariyah yang manfaatnya terus dirasakan lintas generasi.

Baca berikutnya 6 Masjid Bersejarah di Beijing, China yang Wajib Dikunjungi Wisatawan Muslim 6 Masjid Bersejarah di Beijing, China yang Wajib Dikunjungi Wisatawan Muslim 3 menit baca

Bagikan lewat QR

Di acara atau tatap muka, buka kamera dan biarkan teman memindainya — tautan langsung terbuka.

Komentar (0) Lihat di forum

Diskusikan artikel ini di komunitas Ajukan pertanyaan, bagikan pendapat, dan ngobrol dengan anggota lain.
Bergabunglah dengan komunitas kami!

11 orang telah menjadi anggota komunitas ini. Bergabunglah, ikut berkomentar dan menyukai tulisan!

Belum ada pesan — jadilah yang pertama.