Berita
Bahasa Indonesia English Türkçe Deutsch العربية 中文 Русский Español

Helikopter dari 8 Negara Dikerahkan untuk Bantu Atasi Karhutla di Indonesia

Helikopter dari 8 Negara Dikerahkan untuk Bantu Atasi Karhutla di Indonesia

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Sebagai respons cepat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerbitkan 35 izin penggunaan pesawat udara berregistrasi asing untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di berbagai wilayah tanah air, termasuk Kalimantan yang selama ini menjadi salah satu titik rawan kebakaran.

35 Izin untuk 11 Pemegang AOC

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa izin tersebut diberikan kepada 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) dalam negeri. Kesebelas maskapai/operator tersebut adalah:

  1. Ersa Eastern Aviation
  2. Genesa Dirgantara
  3. Falcon Patriot Utama
  4. Pegasus Air Service
  5. Whitesky Aviation
  6. Smart Cakrawala Aviation
  7. Elang Nusantara Air
  8. Intan Angkasa Air Service
  9. Volta Pasifik Aviasi
  10. Dabi Air Nusantara
  11. Derazona Air Service

Melalui skema fasilitasi ini, para operator AOC di atas diberikan kemudahan untuk mengoperasikan pesawat—khususnya helikopter—yang secara registrasi berasal dari luar negeri, namun tetap dioperasikan di bawah pengawasan otoritas penerbangan Indonesia.

Bentuk Fasilitasi yang Diberikan Kemenhub

Kemenhub tidak hanya menerbitkan izin administratif, tetapi juga memberikan sejumlah bentuk dukungan operasional agar proses penanganan karhutla dapat berjalan lebih cepat dan aman. Beberapa bentuk fasilitasi tersebut meliputi:

Percepatan proses perizinan operasional pesawat asing Dukungan operasional di lapangan selama masa penugasan Pengawasan keselamatan penerbangan untuk memastikan seluruh operasi sesuai standar aviasi nasional dan internasional.

Sebanyak 35 izin telah diterbitkan dan melibatkan 36 helikopter dari delapan negara, yaitu Australia, Rusia, Amerika Serikat, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada.

Dukungan armada udara tersebut diharapkan dapat memperkuat operasi pemadaman, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Namun, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman. Pencegahan, pengawasan, kesiapsiagaan, serta kerja sama berbagai pihak tetap menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Sumber: Pikiran Rakyat

Baca berikutnya WN Nigeria Overstay 3.073 Hari di Indonesia, Imigrasi Bekasi Tetapkan Tersangka WN Nigeria Overstay 3.073 Hari di Indonesia, Imigrasi Bekasi Tetapkan Tersangka 1 menit baca

Bagikan lewat QR

Di acara atau tatap muka, buka kamera dan biarkan teman memindainya — tautan langsung terbuka.

Komentar (0) Lihat di forum

Diskusikan artikel ini di komunitas Ajukan pertanyaan, bagikan pendapat, dan ngobrol dengan anggota lain.
Bergabunglah dengan komunitas kami!

14 orang telah menjadi anggota komunitas ini. Bergabunglah, ikut berkomentar dan menyukai tulisan!

Belum ada pesan — jadilah yang pertama.